[REPOST FF] SAME LOVE

POSTER4

 

“SAME LOVE”

By: Bubble G

“Shin Hye Rin” “Kim Seok Jin” “Kim Tae Hyung” [BTS]

Romance | Teens

Vignette

[Cast Bukan milik saya, tapi cerita seutuhnya milik saya^^]

“Whatever god you believe in,

We came from the same one.”

Gadis berambut emas itu beradu dalam derap langkahnya, tak lupa sang gadis menyunggingkan senyuman hangatnya. Membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa nyaman di jika berada di dekatnya. Di tangan gadis itu terdapat dua kotak bekal berwarna pink berukuran mini dan satu botol air mineral.

Senyumannya semakin melebar tatkala pintu berwarna biru itu sudah berada di depannya, dibukanya kenop pintu itu. Sinar menyilaukan kembali menyerang iris onyx milik sang gadis, membuat si gadis berambut emas itu beberapa kali mengerjab ngerjabkan matanya karena silau.

“Seok Jin-ah!” gadis itu tersenyum seraya memanggil seorang pemuda yang tengah duduk di kursi balkon yang berjarak dua meter darinya itu.

“Hyerin?” tanya seokjin memastikan, ia segera mengalihkan pandangannya menuju gadis berambut emas tadi. Seokjin menepuk bangku di sebelahnya—mengisyaratkan Hyerin untuk duduk bersamanya. Hyerin mengangguk kemudian ia segera mendekati Seok Jin. Hyerin meletakkan kotak bekal dan botol air mineralnya sebelum akhirnya ia duduk di bangku—tepat disebelah SeokJin.

Hyerin meniup poni yang nyaris menutupi matanya, membuat Seokjin terkekeh geli melihat tingkah lucu gadis itu.

“Seok Jin-ah, aku membawa bekal!” ucap Hyerin riang, ditunjukannya kotak bekal berwarna pink tadi. Seokjin tersenyum memandang si gadis yang bernotabane sebagai sahabat masa kecilnya itu.

Seok Jin dan Hyerin.

Bukan seorang kekasih. Mungkin. Hanya sebatas sahabat. Mungkin.

Entah, semua orang tidak tahu status mereka berdua yang sebenarnya. Untuk dikatakan kekasih—itu tidak mungkin. Pasalnya mereka belum jadian, dan dari mereka tak ada satupun yang menyatakan perasaan cinta pada lawannya. Untuk dikatakan hanya sebatas sahabat—rasanya juga tidak mungkin. Pasalnya mereka sangat dekat, melebihi dekatnya sepasang sahabat. Seperti dekatnya sepasang kekasih—tapi mereka hanya sahabat. Aish! Membingungkan sekali, sih?!

“Baiklah, ayo makan bersama!” ucap Seok Jin riang. Diambilnya satu kotak bekal dari tangan Hyerin dan dibukanya kotak bekal tersebut. “Wah, Roti coklat! Kau tahu saja kesukaanku,”

Hyerin tersenyum mendengarnya, ia juga membuka kotak bekalnya, “Punyaku rasa strawberry!”
Hyerin mengangkat kotak bekalnya dan menunjukkannya pada Seok Jin. Seok Jin tersenyum seraya memandangi wajah cantik milik si gadis.

“Boleh aku minta sesuap?” pinta Seok Jin seraya menunjukkan ‘tatapan memelas’ andalannya. Hyerin terkikik geli melihatnya.

Hyerin membelah rotinya menjadi dua bagian, disodorkannya roti strawberry miliknya untuk seokjin. “Jja! Ambil-lah!”

Seok Jin menggeleng. “Anhi, aku ingin disuapi.”

Hyerin mendelik kearah Seok Jin, ia mengerucutkan bibirnya kesal. “Yaa! Kau sudah hampir lulus tapi masih saja minta di suapi eoh,”

Seok Jin lagi lagi menggunakan jurus ‘memelas’ andalannya. “Kumohon, Sekali saja ne!”

Demi dewa neptunus, Hyerin paling tidak kuat dengan tatapan memelas milik Kim Seok Jin. Menurutnya jika Seok Jin memasang ekspresi seperti itu, dia terlihat seperti orang yang paling menyedihkan di seluruh dunia. Dan Hyerin tidak mau melihat sahabatnya sendiri terlihat menyedihkan.

“Huffh,” Hyerin menghela nafas panjang, ditatapnya Seok Jin yang masih memasang jurus andalannya itu. “Jja, Buka mulutmu!”

Seok Jin menyunggingkan senyum penuh kemenangan miliknya. Dengan perasaan bangga—Seok Jin membuka mulutnya. Hei, gampang sekali kan membujuk gadis berambut emas itu? Padahal di kelasnya ia terkenal judes. Hanya Kim Seok Jin dan ‘dia’ lah yang dapat membuat sifat Hyerin berubah drastis.

Hyerin membagi rotinya lagi menjadi bagian yang cukup kecil, diambilnya satu potongan kecil rotinya dan diarahkannya roti itu tepat di depan mulut Seokjin, “Aaa—“

Brakk!

“Rin-chaann!”

Tiba tiba saja seorang pemuda berambut caramel datang mengusik kegiatan lovey dovey mereka. Pemuda berambut caramel itu berlari dan segera memeluk tubuh kecil milik Hyerin. Hyerin hanya dapat memasang wajah ‘Mwo? Apa yang terjadi?’ khas miliknya. Sedangkan Seok Jin hanya mendesis kesal melihat pemuda berambut caramel tadi yang kali ini sedang asyik memeluk tubuh Hyerin dengan erat.

“Ada apa, Taehyungie?” tanya Hyerin sembari memiringkan kepalanya, jemari lentiknya bergerak untuk mengelus surai keemasan milik Taehyung. Taehyung melepaskan pelukannya, ia menarik ujung bibirnya, membuat pemuda berporos manis itu terlihat sangat imut di mata Hyerin

“Rin-chan! Aku lupa membawa bekalku, Huwee. Bagaimana ini?” adu Taehyung di hadapan Hyerin. Hyerin hanya sweatdrop sendiri melihat tingkah kekanakkan milik Taehyung. Memang, Taehyung adalah adik kelasnya. Tapi setidaknya untuk ukuran anak SMA, tidak akan sekekanakkan Taehyung ini bukan?

“Aigoo—jangan merengek seperti itu Taehyungie—kau bisa makan be—“

“Makan saja bekalku,” potong SeokJin singkat seraya menyerahkan kotak bekalnya kepada Taehyung. Taehyung menatap wajah Seok Jin, detik berikutnya seulas senyum terlukis dengan indahnya di bibir Taehyung.

“Ah Gomawo hyungie,” ucap Taehyung riang tak lupa dengan senyuman manisnya. Jin hanya memalingkan wajahnya seraya beranjak dari posisinya. Raut wajahnya tampak kesal.

“Aku pergi dulu,” ucap Seok Jin singkat kemudian berlalu dari hadapan Hyerin dan Taehyung.

Membuat Hyerin merasa, ada sesuatu yang tak beres pada sahabatnya itu.

===

“Taehyung-ah! Kajja keluarkan buku matematika, sejarah, kimia, dan fisikamu! Ujian tinggal tiga hari lagi, kau tahu?” Hyerin sibuk mengambili kumpulan buku buku di perpustakaan seraya mengoceh lebar kepada Taehyung. Sedangkan Taehyung? Well, dia hanya mengerucutkan bibirnya ‘lagi’ dan menyenderkan punggungnya ke tembok. Oh lihatlah Kim Taehyung tampak seperti anak kecil berusia 5 tahun yang sedang mendengarkan celotehan ummanya!

“Anhiyo, aku tidak mau.” Rengek Taehyung. Ia sengaja menendang-nendang tas hitamnya menjauh. Ia sangat muak dengan keempat pelajaran itu. “Aku tak mau, lagipula nilaiku sudah kelihatan lebih baik, kok!”

Hyerin mengalihkan arah pandangnya menuju si bocah Taehyung, ada kilatan bersemangat di iris onyxnya. Sepertinya Hyerin sangat senang dengan kata ‘nilaiku sudah keliatan lebih baik’ yang barusan diucapkan oleh adik kelasnya barusan. “Jinjjayo? Kau dapat berapa dalam ulangan matematikamu kemarin?”

“Umm.. Tujuh!”

“Aigoo.. dari mana kau berfikir itu adalah nilai yang bagus? Bagaimana dengan Fisika?”

Taehyung menelan salivanya dengan susah payah. Hei! Bagi Hyerin nilai tujuh adalah nilai yang jelek? Padahal itu nilai tertinggi Taehyung dalam pelajaran Matematika. Taehyung kembali membuka mulutnya, “Enam,”

“Tck, Kimia?”

“Lima.” Cicit Taehyung.

“Sejarah? Oh! Jangan bilang kau dapat empat lagi eoh?” Hyerin mendelik kearah Taehyung. Sementara Taehyung hanya menundukkan kepalanya malu. “Oh god! Taehyung! Kau harus lebih giat sekarang, akan kutambah PR-mu untuk malam ini! Dan jangan berani bertemu denganku besok jika PR-mu belum selesai!”

Taehyung mendengus kesal, “Tapi ak—“

“Tidak ada tapi tapian, Kim Taehyung!” kata Hyerin lantang—wajahnya nampak serius. Membuat Taehyung ketakutan melihat kakak kelas yang dicintainya itu.

Mwo? Kim Taehyung? Mencintai Shin Hyerin?

Ya, semejak semejak Kim Taehyung pindah ke sekolah ini dia sudah mencintai Shin Hyerin. Cinta pada pandangan pertama; istilahnya. Dan bukan hanya Taehyung saja yang tahu soal ini—Hyerin juga mengetahuinya.

Dan alasan mengapa Seok Jin dan Hyerin tidak berpacaran karena; Hyerin mencintai Taehyung juga.

Hyerin juga merasakan perasaan yang sama pada Taehyung. Well, cinta Taehyung tidak bertepuk sebelah tangan pemirsa.

Namun, kenapa Taehyung dan Hyerin tidak berpacaran?

Entah, setan apa yang membuat mereka berfikir bahwa Seok Jin juga mencintai Hyerin. Awalnya yang mengira hal ini adalah Taehyung. Dan entah bagaimana, Hyerin juga berfikir kalau Seok Jin menyukainya.

Padahal Hyerin hanya menyukai Seokjin… Sebagai sahabat.

Ya! Hanya sebatas sahabat.

Tidak kurang. Tidak lebih.

Oleh karena itu, untuk melindungi perasaan sang sahabat, Hyerin dan Taehyung memilih untuk tidak berpacaran. Memang, Mereka saling mencintai; tapi belum ada status apa-apa. Tak lain karena Hyerin begitu menyayangi sahabatnya.

“Rin-chan, aku pergi ke toilet dulu ne,” ujar Taehyung pada akhirnya, ia beranjak berdiri dari kursinya.

Hyerin hanya mengangguk; ia masih sibuk membuat soal yang harus dikerjakan oleh adik kelasnya itu. “Ne, jangan coba coba untuk kabur, Taehyung!”

Taehyung terkekeh mendengar penuturan dari Hyerin, “Ne, tenang saja!”

Detik selanjutnya, Taehyung  sudah berlalu dari Perpustakaan. Hyerin menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia sibuk kembali dengan pelajaran sejarah milik Taehyung.

Cklek!

Telinga Hyerin menangkap suara kenop pintu perpustakaan terbuka. Hyerin mengangkat wajahnya. Bukannya ini baru 5 detik? Cepat sekali si Taehyung ini—

“Taehyung kau cepat seka—ehh… Seok Jin?” pupil onyx milik gadis ini membulat sempurna tatkala yang muncul dihadapannya bukanlah sosok Taehyung yang dicintainya—tapi itu adalah sosok sahabat masa kecilnya- Seok Jin.

“Se-Seok Jin? Tumben sekali ada disini,” ucap Hyerin se-normal mungkin. Ia tak mau membuat sahabatnya curiga. Hyerin kembali memfokuskan pandangannya menuju buku sejarah milik Taehyung. Seok Jin menghela nafas berat sembari menatap sosok sang sahabat. Dia tahu—Hyerin sedang mengabaikannya. Tidak usah berpura pura.

“Aku mencarimu.”

Deg!

Kedua bola mata Hyerin membulat sempurna. Ada getaran aneh yang mengenai hatinya. Entah kenapa jantungnya berdegup dua kali lebih kencang. Ada apa dengannya ini eoh? Hyerin mengangkat wajahnya, menatap iris kecoklatan milik Seok Jin.

“Sebenarnya, apa yang kau rasakan pada Kim Taehyung?”

===

Hari ini adalah pesta kelulusan angkatan ke enam Jungha high school. Well, lebih spesifiknya lagi, Hari ini adalah pesta kelulusan angkatan Hyerin dan Seok Jin. Pesta sederhana yang di selenggarakan di aula sekolah ini nampak begitu ramai. Tak lain bukan hanya anak kelas 3 saja yang menikmati pesta itu—anak kelas 2 dan anak kelas 1 juga ikut datang untuk meramaikan acara ini.

Semuanya nampak asyik berpesta. Ah, tidak semuanya! Kecuali Seok Jin dan Hyerin. Entah kenapa Seok Jin tampak aneh saat pesta. Dia hanya melamun sembari memainkan gelas kecilnya. Hyerin yang bingung dengan tingkah sahabatnya itu akhirnya menyeret sang sahabat untuk keluar dari pesta. Ia tidak suka jika sahabatnya terlihat bodoh di tengah tengah pesta.

“Kau kenapa eoh Seok Jin?” tanya Hyerin memastikan. Perasaan Hyerin tidak tenang saat ini—semejak ujian sampai  pesta kelulusan, ia tetap saja berperikalu aneh. Tidak seperti Seok Jin yang dulu.

“Kau bilang… tidak punya perasaan apa apa bukan pada Taehyung itu?” ucap Seok Jin pada akhirnya, mata doenya mulai menusuk iris onyx milik Hyerin. “Lalu kenapa kau begitu dekat dengannya eoh?”

Hyerin diam mematung. Tak berani menjawab. Ia tak mungkin mengatakan bahwa ia mencintai Taehyung di hadapan Seok Jin. Ini akan membuat Seok Jin terluka.

Seok Jin menyergah saku celananya, mencari sesuatu. “aku punya sesuatu untuk—“

“RIN-CHAAN~”

Suara itu lagi lagi mengganggu kegiatan mereka. Seok jin kembali mendelik menuju asal suara, dan benar saja, mata doe milik Seok Jin kembali menangkap sosok pemuda berambut caramel itu. Ya, siapa lagi selain Kim Taehyung?

Dengan riangnya Taehyung mendekati mereka berdua. Taehyung menyergah saku celananya—di keluarkannya cincin berwarna silver dengan permata hijau di tengahnya. Taehyung tersenyum hangat memandang wajah cantik milik Hyerin. Sedangkan Hyerin hanya menatap Taehyung dengan tatapan penuh tanda tanya.

Sedangkan Seok Jin… dia hanya mematung di hadapan mereka.

Taehyung meraih tangan Hyerin, dan memasangkan cincin indah itu di jari manis si pemilik mata onyx tadi. Semburat kemerahan menghiasi kedua pipi si gadis.

Selamat Seok Jin, sepertinya kau tertinggal selangkah di belakang-nya.

===

Hyerin menatap pantulan dirinya di cermin. Dia terlihat nampak cantik dengan gaun putih indah yang dikenakannya. Ia tersenyum memandang pantulan dirinya di cermin—gadis itu sibuk mengagumi keindahan gaunnya.

“Sudah siap, sayang?”

Hyerin tersenyum, ia membalikkan tubuhnya, menatap si pemilik rambut caramel itu. Pemuda itu menyunggingkan senyuman hangatnya, dan dibalas oleh senyuman manis milik Hyerin, “Tentu, Taehyung-ah!”

===

“HENTIKAN!!”

Jerit pemuda berambut eboni itu memecah persaksian cinta yang tadinya akan disampaikan oleh Taehyung. Seluruh sorot mata tertuju padanya. Hyerin tercenggang. Melihat pemuda berambut eboni itu berjalan semakin dekat mendekatinya. Sang penghulu tampak waswas melihat kehadiran si rambut eboni itu. Sedangkan Taehyung sedang sibuk menerka nerka apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.

Seok Jin meraih tangan Taehyung dan menyeretnya dengan kasar keluar. semua nampak terkejut dengan aksi penuh keberanian dari Kim Seok Jin. Hyerin yang melihatnya pun tak tinggal diam; ia mengangkat gaunnya dan mencoba mengejar kedua pemuda tadi.

Mereka tidak boleh bertengkar. Tidak boleh.

Terlebih ini karena dirinya. Mungkin.

===

“Jadi apa mau-mu hyung sehingga kau menghancurkan pernikahanku dengan Hyerin?”

Tak ada jawaban. Seok Jin hanya diam.

“Ah, aku tahu—kau mencintai Hyerin bukan?”

Lagi lagi dia hanya diam. Kedua tangannya mengepal.

“Kalau kau mencintainya, kenapa tak bilang denganku? Akan kuberikan Hyerin untukmu, Hyung!”

Seok Jin membuka mulutnya, “Bodoh”

“Mwo?”

Seok Jin menarik tangan Taehyung dan memeluk tubuh pemuda berambut caramel itu erat. Hyerin yang melihatnya sedikit terkejut dengan tingkah Seok Jin. Sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatnya itu?

Pernyataan dari mulut Seok Jin,  menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam benak Hyerin. Dan membuat segala dugaan tentang Seok Jin padanya runtuh seketika.

“Aku mencintaimu, bodoh!”

THE END

Udah deh pusing beneran ini buatnya @.@ Mian jika bahasanya berantakan~

RnR please~ Terinspirasi dari wedding dressnya Taeyang sama Please don’t xD Maaf jika akhirnya rada2 gimanaa gitu!

Jjaa! Keep love uri BTS! BTOB! And VIXX!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s