[REPOST FF] PERFECT BRO

POSTER5

 

“PERFECT BRO”

By: Bubble G

“Oh Sehun” “Xi Luhan” (EXO) Krystal Jung [F(x)] Im Yoona [SNSD]

Thriller | Gore | Psychology | 16-17+

Vignette

[Cast Bukan milik saya, tapi cerita seutuhnya milik saya^^]

“I Want to be your perfect bro, gege”

“Krystal Jung,”

Teman satu fakultas Xi Luhan yang terkenal pandai dalam berbagai bidang dan bisa dikategorikan sebagai salah satu orang orang populer disana. Gadis kelahiran California yang sangat mengagumi sosok Xi Luhan.

“Krystal Jung,”

Sosok yang teramat cantik, dengan mata onyx-nya yang dapat menghipnotis siapa saja yang menatapnya, dengan rambut hitamnya yang dapat mengibas prasangka buruk orang lain tentangnya, dengan aroma tubuhnya yang membuat orang menjadi candu dirinya, dengan bibir tipisnya, yang membuat ia tampak sempurna—ah tidak di mata Sehun.

“Krystal Jung,”

Gadis yang baru saja mengetuk pintu kediaman Luhan dengan beberapa kantung belanjaan di tangannya.

“Krys—“ dan Sehun rasa lidahnya sudah gatal mengucapkan nama asing itu.

Sangat gatal. Lebih tepatnya. Jijik.

===

“Terimakasih sudah berkunjung ke rumah kami, Luhan-ge sedang pergi.” Ujar Sehun sembari melangkahkan kakinya menuju dapur—ditangannya terdapat dua kantung belanjaan yang ukurannya bisa dibilang cukup besar. Sehun melirik kearah kantung belanjaan itu. Didalamnya terdapat bahan makanan yang tidak bisa dibilang sedikit.

“Ah tidak apa. loh, pergi kemana? Bukannya Luhan oppa baru saja sembuh? Bagaimana kalau penyakitnya kambuh lagi, eoh? Kenapa dia harus memaksakan dirinya, sih? Kenapa kau tidak menghentikan dia?” Krystal melemparkan bertubi tubi pertanyaan kepada Sehun. Sementara yang diajak bicara hanya memutar kedua bola matanya bosan mendengar semua itu. Itulah yang membuat ia merasa jijik. Jijik kepada Krystal Jung.

“Dia pergi menemui pacarnya,” kata Sehun singkat. Krystal menolehkan wajahnya—menatap mata obsidian milik Sehun.

“Maksudmu, Im Yoona itu?”

Sehun mengangguk. Enggan menjawab. Lidahnya terasa gatal jika harus berbicara pada sosok penggoda kakaknya itu. Semakin ia berbicara padanya, rasanya semakin geram saja.

“Ish, kenapa sih harus bersama perempuan jalang itu?!”

Kau yang jalang, Bitch!

“Padahal dia tak ada apa apanya dibanding aku!

Oh ya, menurutku kau tak lebih dari sampah.

“Aku membencinya!”

Aku lebih membencimu.

“Sehuna—kenapa kau tidak mengatakan apapun?” dengan sangat beraninya Krystal merangkul pemuda yang lebih muda darinya 4 tahun itu. Sehun mendelik kearah Krystal, tatapan matanya terlihat tak menyenangan. Namun sepertinya Krystal tak melihat itu.

“Kau bisa memasak?” Sehun membuka mulutnya. Yang diajak bicara mulai mengulum senyuman manisnya.

“Tentu—ingin masak apa?” Krystal mengalihkan pandangannya menuju kantung belanjaannya yang sudah diletakkan diatas meja. Di keluarkannya satu satu semua bahan masakan di kantung belanjaan itu.

meatball soup.” Jawab Sehun singkat dan segera mengeluarkan bahan bahan makanan dari kantung belanjaan yang tersisa.

Damn—aku tidak membeli daging!”

Sehun melirik kearah Krystal. Seulas senyum misterius terlukis di bibir tipisnya. “Tidak masalah,”

===

“Yoboseyo, Ada apa Sehun-ah?”

Sehun terdiam sejenak sebelum akhirnya ia membuka mulutnya, “Kau sudah makan, ge?”

Tak ada jawaban. Selang berapa detik akhirnya sehun dapat mendengar suara kakaknya kembali. “Ah, belum. Aku dan Yoona baru saja selesai menjenguk nenek Han. Sepertinya setelah ini aku akan makan di rumah Yoona.”

Sehun membenahi letak handphonenya, Kilatan matanya meredup. “Ah begitu, padahal aku sedang memasak untukmu, ge. Baiklah sampai jumpa nanti malam.”

Sehun menekan tombol berwarna merah di handphonenya. Sehun menghela nafas sejenak sebelum akhirnya ia meletakkan handphone merahnya diatas meja nakas miliknya. Sehun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Satu kata yang dapat menjelaskan keadaan sehun adalah, cemas.

Ia cemas dengan keadaan sang kakak. Xi Luhan.

Memang, mereka bukan saudara kandung. ibu Luhan mengadopsi Sehun ketika ia berusia 3 tahun. Saat itu dia benar benar merasakan bagaimana rasa nyaman bersama keluarga. Terlebih rasa nyaman ketika ia bersama Xi Luhan. Kakaknya yang manis. Kakaknya yang pintar. Kakaknya yang selalu tampak sempurna di mata Sehun.

Dan Sehun bertekad, dia akan menjadi sosok adik yang sempurna di mata Luhan.

Dan ketika ia mendengar bahwa kakaknya sudah berpacaran dengan Im Yoona—ada sedikit perasaan tidak rela di hatinya. Namun melihat sang kakak yang sangat senang semejak ia diterima oleh gadis bermata rusa itu—membuat Sehun tergugah dan berusaha membalikkan kenyataan. Ia sangat mendukung hubungan Luhan dan pacarnya—Im Yoona.

Dan ketika ia mendengar ada perempuan bernama Krystal Jung yang ternyata juga menyukai sang kakak—hal itu membuat sehun kesal. Ah bukan kesal—lebih tepatnya, benci. Ia tak mau ada seorangpun yang akan mengganggu kisah cinta kakaknya. Tak seorangpun!

“See? Kakakku mencintai kekasihnya.” Senyum mengerikan itu lagi lagi terlukis di bibir tipis Sehun. Ia beranjak dari kasurnya, melangkahkan kakinya menuju sudut kamarnya. Memandang sosok tak berdaya itu sinis.

Mulutnya disumpal kain handuk, sementara tangan dan kakinya terikat dengan kuat. Tangan  Sehun bergerak untuk mengelus helaian kehitaman itu. Diusapnya lembut helaian hitam itu.

“Kau dengar sendiri, bukan? Krystal Jung?”

Krystal bergidik tatkala hembusan nafas Sehun yang dingin nempar kuat wajahnya. Sekujur tubuh krystal bergetar. Antara rasa takut, marah, dan bingung tercampur dengan sendirinya pada jiwa Krystal.

Srakk!

Sehun menjambak rambut krystal kuat, membuat wajah krystal terangkat. Dirasakannya rasa perih yang menjalar di ubun ubunnya. Krystal meringis—dan hanya diikuti oleh senyuman manis yang terpancar dari bibir Sehun.

“Wae? Huh? Ah iya aku lupa, aku harus membuat makan malam untuk Luhan-ge!” sehun melepaskan rambut krystal dari tangannya. Sesekali ia mengusapkan tangannya ke baju. Mengumpamakan bahwa ia baru saja menyentuh sesuatu yang menjijikkan.

Sehun menyergah saku celemeknya, dan mengularkan sebuah pisau dari sana.

Crashh

Sehun melemparkan pisaunya asal sehingga besi tajam itu tertanam di bahu Krystal. Krystal menjerit tertahan—rasa sakit ini benar benar menusuk seluruh tubuhnya. Darah pun mulai merembes keluar dari kain pink yang digunakan Krystal tadi. Bau anyir menyeruak seketika, menusuk indra penciuman mereka.

Buagh!

Sehun menendang kepala krystal kuat, membuat wajah krystal terbentur dengan keras dengan tembok. Air matanya mengalir seiring banyaknya darah yang mengucur melalui pelipisnya.

Crashh!

Sehun menarik kembali pisaunya dengan cepat. Membuat krystal menangis menjadi jadi begitu darahnya memancar keluar. Sehun kembali tertawa—tertawa seperti orang kesetanan.

Crasshh!

“Dasar wanita jalang!”

Crashh!!

“Xi Luhan hanya mencintai Im Yoona!!”

Crasshh!!

“Camkan itu!”

Irama irama mengerikan itu mengalun seiring dengan keluar masuknya pisau itu di badan krystal. Krystal tak kuasa menjerit; sekujur tubuhnya terasa sakit.

SANGAT SAKIT!

===

Tusuk.

Tusuk.

Tusuk.

Tawa mengerikan sehun mendominasi seluruh ruang. Tak peduli betapa lamanya ia menusuk.

Tusuk.

Tusuk.

Tusuk.

Sehun tak peduli seperti apa rupa objek yang sudah di tusuknya. Tak peduli. Sama sekali tak peduli.

Tusuk.

Tusuk.

Tusuk.

Bahkan sehun tak menyadari ia sempat menusuk tangannya sendiri. Rasa sakit itu tak terasa; justru hal itu semakin membuatnya bersemangat untuk melenyapkan sang objek.

Jleb!

Tusukan terakhir. Tepat di bola mata kanan objeknya;

Ia menarik pisaunya kembali; dan bola mata sang objek pun keluar dari sarangnya; diikuti dengan darah kehitaman yang keluar dari pelupuk mata sang objek. Membuat perut Sehun terasa mual melihat hasil percobaanya sendiri.

“Kau menjijikkan,”

===

Suara percikan air menggugah kesadaran gadis itu. Ya, sepertinya Tuhan benar benar menciptakan Krystal dengan raga yang kuat. Krystal membuka sebelah matanya; nafasnya menderu. Sekujur tubuhnya terasa sakit tak berperi. Dengan sebelah mata Krystal berusaha menatap seisi ruang.

Aman.

Tak ada sehun disini.

Krystal menghela nafas sedikit lega. Ia mengangkat wajahnya, dan menemukan pisau berlumuran darah itu tergeletak di hadapannya. Krystal bergidik ngeri—pantas saja tubuhnya terasa sangat sakit.

Ia mengalihkan pandangannya. Mencari sesuatu yang amat teramat sangat penting. Ia harus keluar dari sini. Keluar dari rumah ini! Harus! Sebelum hal buruk akan menimpa dirinya lagi.

Kunci.

Ya, kunci itu terletak di meja nakas Sehun.

Senyuman krystal mengembang. Ia merasa lega.

===

Entah kekuatan apa yang membuat ia berani berjalan mengendap endap keluar dari kamar Sehun. Walaupun ia harus menyeret kaki kirinya—itu tak membuat Krystal berhenti mencoba.

Krystal berjalan dengan sangat hati hati ketika ia melewati dapur. Pasalnya, Sehun berada di sana. Untungnya Sehun memunggunginya. Sedang mencuci sayuran, mungkin.

“Mau kabur kemana, hm?”

Langkah krystal terhenti, dengan segenap keberaniannya ia mencoba melirik ke belakang. Dan benar saja, disana sehun berdiri. Tersenyum manis kearah krystal,

dengan pisau daging di tangan kanannnya.

Tenggorokan Krystal tercekat, dengan sekuat tenaga krystal terus berjalan menjauhi Sehun. Oh ayolah, pintu keluar sudah berjarak 2.5 meter dari posisinya saat ini. Sehun hanya tersenyum mengerikan melihatnya, dengan mudahnya ia mengejar krystal dan dibantingnya gadis itu menuju tembok.

Brakk!

Darah segar lagi lagi mengalir memasahi punggung krystal. Bau anyir kembali tercium di indra penciuman Sehun.

“Kau mau mengotori udara, hm?”

Tap.

Tap.

Tap.

Sehun berjalan mendekat. Derap langkahnya bagaikan melodi kematian di telinga Krystal.

“Selamat ti—“

BRAKK!

Dan tampaknya Krystal bisa menghela nafas lega untuk yang ketiga kalinya. “Luhan oppa!”

Sehun hanya mendelik kearah Krystal. Ia menyesal kenapa ia tidak menusuk tenggorokan Krystal dengan pisaunya.

“OH SEHUN! APA YANG KAU LAKUKAN, EOH?”

Sehun menundukkan kepalanya, ‘maafkan aku, gege’

===

08.30 PM . kediaman keluarga ‘Xi’. Ruang makan.

“Luhan ge, bukalah mulutmu, jangan marah begitu ah.. lagi pula aku sudah memperban matamu kok,” Sehun menyunggingkan senyum termanisnya. Walaupun ia tahu, sang kakak takkan melihat senyuman itu.

Bagaimana tidak? Sehun sudah mencongkel kedua mata sang kakak siang tadi.

Sadis? Memang. Sehun memang sadis.

“Ufh, padahal aku sudah susah susah membuatnya dengan daging milik si wanita jalang itu,” pernyataan dari mulut sehun membuat perut luhan terasa mual. Ia lebih memilih untuk menutup mulutnya.

“Kau marah denganku?”

Luhan menggeleng.

“Lalu?”

Hening.

Sebelum Sehun membuka mulutnya lagi, Luhan kembali melontarkan pertanyaannya. “Ke-kenapa kau melakukan ini?”

Sehun tersenyum sembari mengelus rambut sang kakak. “Aku tak ingin kakakku ini melihat sisi burukku. Dan pada akhirnya gege takkan melihatnya kan?”

Deg!

Jantung luhan berdegup dua kali lebih kencang. Ia tak menyangka sang adik akan seperti ini.

“Aku ingin menjadi yang paling sempurna bagimu, Luhan ge.”

Luhan hanya diam. Detik selanjutnya ia mulai terisak. Ia menangis. Bukan menangis mengeluarkan air mata. Tetapi tangisan yang mengeluarkan darah kehitam hitaman dari pelupuk matanya.

Sehun menyeka darah sang kakak, di ambilnya lagi sesendok meatball (yg sebenarnya terbuat dari daging krystal) dan diarahkannya didepan mulut luhan.

“I want to be your perfect bro, gege”

THE END

Jjaa! Ini fanfict thriller keduaku-_- maaf ya kalo jelek.. belum berpengalaman/?

Silahkan tinggalkan RnR~ :3 beri saran ne~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s