[REPOST FF] 3 FEBRUARI

POSTER6

 

“3 FEBRUARI”

By: Bubble G 

“Cho Kyuhyun (Oh Kyuhyun)” “Oh Sehun”

Family | Tragedy | A little bit:  Thriller Gore Psychology | T

Vignette

[Cast Bukan milik saya, tapi cerita seutuhnya milik saya^^]

“Ayah, kau ingat hari ini hari apa?”

“PERSETAN DENGAN HARI INI!”

 

3 Februari 1988

“Aigoo! Ayah, lihatlah anak kita. benar benar menggemaskan.”

“Menggemaskan seperti ibunya,”

“Ssh—kau ini! Bagaimana kalau kunamakan.. Oh Kyuhyun?”

“Hn, nama yang bagus,”

3 Februari 1989

“Tak terasa, umurnya sudah genap setahun, ayah.”

“Kau benar, ibu.”

“Kelak anak ini akan menjadi orang yang sangat tampan—“

“Nde, tampan seperti ayahnya.”

“Sshh—kau ini!”

3 Februari 1990

“A..yaa.. ayah..”

“Ibu! Kyuhyun sudah bisa berbicara!”

“Benarkah? Aigoo.. Anakku benar benar hebat, iyakan ayah?”

“Nde,”

3 Februari 1992

“Ayah pulang!”

“Celamat datang ayah!”

“Aigoo, kyunnie-ku menyambut di depan rumah, eoh? Anak pintar!”

“Ah, ayah. Kau ingat hali ini hali apa?”

“Tentu, Ayah bawakan mainan dan kue untukmu, kyunnie”

“Jinjja? Uwaa~ Telimakacih ayah!”

3 Februari 1993

“Ibu, kyunnie ingin punya teman~”

“Ibu dan ayah sudah mendaftarkanmu di taman kanak-kanak.”

“Apakah disana ada banyak teman?”

“Tentu saja, Kyunnie bebas bermain dengan siapa saja.”

“Terimakasih ibu, ayah! Aku mencintaimu!”

“Nado Kyunnie.”

12 April 1994

 “Kyuhyun, lihat! Kita kedatangan anggota keluarga baru,”

“Umm? Nugu?”

“Adikmu, Oh Sehun. Dia tampan ne, seperti ayah.”

“Ne, Sehun mirip seperti ayah.”

3 Februari 1995 | 19.50

“Selamat datang, ayah!”

“Aigoo, Kyunnie. Kau jangan menunggu diluar! Nanti kau sakit—“

“Maaf ayah—“

“Ayah belikan tas baru untukmu,”

“Benarkah? Terima ka—“

“Huwee~”

“Ayah, Sehunnie tidak dibelikan hadiah juga?”

“Tentu ayah belikan, ibu. Lihat ini.”

“Wahh lucunya!”

“Kyunnie ingin lihat, ayah!”

“Kyunnie persiapan untuk sekolah saja sana. Bukannya besok Kyunnie mulai sekolah di sekolah dasar? Belajar yang rajin, arra?”

“Ne, ayah.”

14 April 1997

“Selamat ulang tahun, Sehun! Ini hadiah dari ibu dan ayah!”

“Uwaa—telima kacih Ibu, telimakacih ayah!”

“Ne—sama sama Sehunnie.”

“Dimana Kyuhyun-hyung?”

“Molla, hunnie.”

3 Februari 1998

“Ayah ingat hari ini hari apa?”

“Hari Selasa—“

“Bukan itu maksudku ayah,”

“Aigoo Kyuhyun, bisakah kau diam dulu? Lembar kerja ayah harus selesai hari ini,”

“Maaf, ayah.”

12 April 2000

“Sehunnie, ayah punya mainan baru untukmu!”

“Ibu bikinkan kue ulang tahun jumbo, loh!”

“Uwaa—terimakasih Ayah, ibu! Hunnie suka ulang tahun!”

3 Februari 2001 | 22.30

“Mungkin ayah tak punya uang untuk merayakan ulang tahunku,”

12 April 2002 | 18.05

“Selamat ulang tahun Sehun, kau ingin apa hari ini?”

“Sehunnie ingin skateboard, ayah!”

“Baiklah, ayo kita beli.”

“Horree!”

3 Februari 2004

“Ayah, Ibu! Lihat Kyuhyun dapat nilai A untuk semua mata pelajaran!”

“Bagus kalau begitu,”

“Ungg—ibu, ini hari apa?”

“Hari Selasa—“

“Ungg—Ayah, ini tanggal berapa?”

“tanggal tiga.”

“Lalu?”

“Tck, kyuhyun! Berhentilah mengoceh dan urus PR-mu!”

“Ne ayah.”

12 April 2005 | –

“Hahaha—“

“Kenapa, hyung?”

“Kau senang? Ayah dan Ibu sekarang di luar kota, dan tidak sempat merayakan ulang tahunmu, adik manis.”

“Terserah—Aku benci padamu,”

/Aku lebih membencimu, Oh Sehun/

3 Februari 2006

“Hyung.”

“Ada apa adikku?”

“Mati saja sana.”

/Kau yang mati, Oh Sehun!/

12 April 2006

“Selamat ulang tahun Sehun, maaf tahun lalu tidak sempat merayakan ulang tahunmu,”

“Ne, gwenchana. Ngomong ngomong—aku dapat nilai A untuk pelajaran Matematikaku!”

“Benarkah? Wahh—karena kau begitu bekerja keras, Ayah akan membelikan handphone baru untukmu!”

“Terimakasih ayah!”

6 Januari 2007

“Hyung—“

“Nde?”

“Handphonemu ketinggalana zaman,”

“Hn,”

“Wajahmu juga—“

“Hn,”

“Pantas Ayah dan ibu tak mengingatmu!”

“….”

3 Februari 2007

/TIDAK USAH DIINGAT!/

3 Februari 2008

/PERSETAN DENGAN HARI INI/

3 Februari 2009

/AKU BENCI MEREKA!/

3 Februari 2010

“Selamat ulang tahun, Kyuhyun!”

“Victoria-noona?”

“Ne, kau ingin makan apa hari ini? Biar aku buatkan special untukmu!”

/Aku tak menyangka, orang yang kusukai mengingat ulang tahunku/

8 April 2010

“Hyung!”

“Hn.”

“Aku sudah punya pacar loh—“

“Hm.”

“Namanya, Victoria Song!”

/KAU PENCURI, OH SEHUN!/

12 April 2010

“Ahh—kau datang kan Vict-noona?”

“…”

“Baiklah, kutunggu!”

“…”

“Hyung! Kau mau ikut?”

“…”

“Kita akan makan-makan untuk merayakan ulang tahunku!”

“…”

“Bagaimana? Ikut tidak?”

“Tidak.”

9 Desember 2010

/AKU BENCI AYAH… AKU BENCI IBU… AKU BENCI OH SEHUN…/

13 Januari 2011

/AKU JANJI AKAN MENGAKHIRI SEMUA INI/

15 Januari 2011

/TUNGGU SAJA/

3 Februari 2012

“Mati saja kalian,”

12 April 2013

“Saengil chukkae Sehun-ah!”

“Aigoo—Ayah, Ibu! Hey aku sudah besar!”

“Ne kami tahu.”

“Lalu?”

“Kami akan mentraktirmu makan.”

“Horee!”

.

.

.

3 Februari 2014

Kyuhyun membuka kenop pintu itu perlahan, dibukanya pintu itu dengan hati hati. Mata onyxnya bisa menangkap sesosok adiknya yang kini sedang asyik membaca komik di meja belajarnya. Tanpa ragu ragu Kyuhyun masuk kedalam kamar adiknya itu. ditutupnya pintu berwarna biru itu. tak lupa ia menguncinya. Berjaga jaga.

Mata Onyx Kyuhyun lagi lagi sibuk menatap sosok Oh Sehun yang sedang asyik di meja belajarnya.

Kyuhyun tahu yang dilakukan adiknya. Pura pura belajar. Tak lain untuk mendapatkan pujian dari Ayah dan Ibunya.

“Sehun—“ Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju Sehun.

“Hn,” Sehun tak berkutik. Sibuk dengan komiknya.

“Aku benci padamu.”

Sehun tak mendengarkan, “Hn.”

“Kau selalu merebut yang seharusnya milikku.”

Sehun tak peduli. Komiknya jauh lebih asyik. “Hm.”

Kyuhyun yang marah karena diacuhkan segera memutar kursi Sehun untuk berhadapan dengannya. Sehun yang kesal segera mengangkat wajahnya.

“Apa sih mau—“ mulut Sehun menganga begitu mata coklatnya menangkap bilah tajam itu tengah berada dengan tegaknya di tangan kanan Kyuhyun.

Crashh!

Kyuhyun menancapkan bilah tajam itu ke mulut sehun; membuat darah mengalir dengan derasnya dari mulut dan tengkuknya.

Crashh!

Kyuhyun menarik pisau itu dan menghunuskannya kembali ke tenggorokan Sehun. Di koyak koyaknya tenggorokan itu dengan bilah tajam tadi. Digerakkannya pisau itu ke atas, ke bawah, ke kanan, kekiri, bahkan ia menancapkan pisau itu berulang ulang ke tenggorokan Sehun. Darah memancar semakin banyak; bahkan membasahi wajah Kyuhyun sendiri. Namun ia hanya tertawa, tertawa seperti orang ke setanan.

“Lihat! Aku juga bisa mengambil apa yang seharusnya milikmu!” ditancapkannya kembali pisau itu menuju mata kanan adiknya; tak lupa ia menariknya, dan menghunuskannya kembali menuju tempat semula.

Tusuk.

Tusuk.

Tusuk.

Kyuhyun nampaknya sangat menyukainya. Ia menyukai bagaimana darah sang adik membasahi tangan wajah dan pakaiannya.

Ia menyukai bagaimana sang adik terlihat lemah di tangannya.

Ia menyukai dimana sang adik akan MATI di tangannya.

Jleb!

Tusukan terakhir; tepat di ubun ubun adik bungsunya. Ia tersenyum melihat hasil karya miliknya yang terlihat sangat indah di matanya. Menurutnya ini adalah hadiah yang terbaik. Ya, ini adalah hadiah yang terbaik bagi-nya!

Melihat orang yang di bencinya mati.. merupakan hadiah terbaik yang pernah Kyuhyun dapatkan.

“Sehun!! Ayah dan Ibu pulangg!”

Kyuhyun menarik seringaian mengerikannya. Tentu saja setelah ini ia akan meminta hadiah terbaik dari ibu dan ayahnya.

“Ayah.. Ibu.. Kau ingat hari ini hari apa?”

THE END

Maaf jelek banget TuT)o

Buatnya ngebut banget ini, Bentar lagi les! Aaarrghh~ tolong kritik dan sarannya yaa^^

Ah, ngomong ngomong selamat ulang tahun untuk Cho Kyuhyun._. Hati2.. Ini 3 Februari! Dan untuk Shin Jiho (Xero) dan kemarin buat Victoria Unnie x3 Hehehe.. Jjaa! Jangan jadi silent reader ne?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s