[FANFICTION] SWEET VALENTINE

POSTER7

 

“SWEET VALENTINE”

By: Bubble G

“Oh Sehun” “Xi Luhan” (EXO) “Kim Dasom” (SISTAR)

Romance| Tragedy | Shounen-Ai |Gore | Psychology | 16-17+

Vignette

[Cast Bukan milik saya, tapi cerita seutuhnya milik saya^^]

“Jadi—Kau percaya Jika dia Yandere?”

“Sweet Valentine, Sehunnie!”

Ps: Bagi yang tidak tahu apa itu Yandere read This! Dan Ada kalanya membaca Info ini karena sangat berkaitan dengan FF ini, Read That

“Hahh.. Hahh..”

Sehun mempercepat laju langkahnya, sesekali ia melirik kebelakang—memastikan sosok berambut panjang itu sudah berlalu dari indra pengelihatannya. Namun, dugaan Sehun salah, sosok itu masih setia mengikutinya dari belakang. Bulu kuduknya meremang tatkala sosok itu mulai berlari karahnya. Nafasnya memburu, kali ini Sehun tengah sibuk berfikir bagaimana caranya supaya bisa terlepas dari sosok yang ditakutinya itu.

Sosok yang paling mengerikan di mata Sehun.

Hantu? Oh bukan. Tentu saja bukan. Mana ada hantu yang berkeliaran di siang hari! Vampire? Oh Ayolah! Sejak kapan ada Vampire yang tahan dengan sinar matahari? Monster? Hei! Apakah gadis secantik itu bisa dikatakan seorang monster?

Lalu, Apa?
Kenapa Sehun begitu takut dengan gadis itu?

Sehun membalikkan punggungnya, dan berlari menuju rumah berwarna merah yang tak jauh dari posisinya saat itu. Rumah minimalis namun terkesan rapih—tempat yang selalu dikunjungi Sehun setiap harinya. Well, itu bukan rumahnya. Tapi itu rumah sahabatnya.

“Luhan-ge! Luhan-ge! Buka pintunya!” teriak Sehun sembari mengetuk-ngetuk pintu berwarna coklat itu gusar. Tak perlu ditunggu lama akhirnya seorang pemuda berporos manis membuka pintu coklat itu dan mempersilahkan Sehun masuk. Tanpa ba-bi-bu lagi akhirnya Sehun memasuki rumah sahabatnya itu.

Pemuda manis yang bernama Luhan itu segera mengunci pintu rumahnya, ia membalikkan tubuhnya dan menatap Sehun yang tengah sibuk mengatur nafasnya. Luhan menepuk bahunya dan mengisyaratkan Sehun untuk duduk terlebih dahulu.

“Ada apa? si Dasom lagi, kah?”

Sehun menghela nafas sebelum akhirnya ia menghempaskan tubuhnya ke Sofa merah berukuran sedang di belakangnya. “Nde, gadis itu mengikutiku lagi, hufhh—“

Luhan menggeleng gelengkan kepalanya kasihan melihat Sehun yang terus terusan diikuti oleh sosok bernama ‘dasom’-tadi. Selalu saja begini, Sehun selalu berkunjung kerumahnya hanya sekedar mencari tempat berlindung supaya tidak diikuti gadis itu lagi. “Repot juga ya, punya stalker.”

Sehun mendelik kearah Luhan. “Aku rasa ia bukan seorang stalker saja, ge!”

Luhan mengangkat alisnya tidak mengerti, diambilnya sebotol softdrink dari kulkasnya. “Maksudmu?”

“Maksudku, umm.. bagaimana yaa.. menurutku.. jika di komik-komik.. dia seperti.. Yandere!” Sehun mengambil softdrink yang disodorkan luhan padanya.Sehun membuka softdrink miliknya dan langsung meminumnya sampai habis. Terlihat sekali ia sangat kelelahan sekarang. “Dia seperti psikopat, ge!”

Luhan membulatkan kedua bola matanya terkejut, “Mwo? Bagaimana bisa?”

Sehun mengacak-ngacak rambutnya frustasi. “Kau tahu ge? Dua minggu yang lalu? Krystal—cewek yang baru saja menyatakan perasaannya padaku—dia mati terbunuh secara tragis! Kau ingat kan, ge?! Lalu, Suzy! Setelah ia tidak sengaja menabrakku sampai jatuh—besoknya dia sudah kehilangan matanya! Lalu Hayoung—lawan bermain dramaku; ia sampai lumpuh total karena alasan yang tak jelas bukan?! Apa gege tidak pernah berfikir kalau semua ini ulah gadis itu?”

Luhan menyerngit-kan alisnya, “Hmm, kau terlalu banyak membaca komik, Sehun-ah.”

Sehun mengerucutkan bibirnya kesal, “Uffh! Gegee~ Aku serius! Mungkin saja dia seorang Yandere! Uumm, gege ingat sehari sebelum krystal meninggal? Dasom sempat menjerit ‘Aku benci Krystal Jung’ kemudian.. ta-dah.. Krystal meninggal.. Aigoo..” Sehun menghela nafas lagi untuk yang kesekian kalinya. Hidupnya terasa berat. Bagaimana tidak? Memangnya kalian mau diikuti dan disukai oleh seorang psikopat?

Luhan terkikik geli melihat tingkah sahabatnya—ditepuknya pelan kepala Sehun. “Well, kalau begitu berhati hatilah, Sehunnie.”

Sehun mengangguk singkat, “Hn!”

“Oh ya gege, besok Valentine-kan?” Sehun mengangkat kepalanya. Teringat akan sesuatu. Sehun menyergah tas sekolahnya, ia mengambil beberapa lembar kertas dari tasnya. “Aku mem-browsing sesuatu dari internet.. Umm.. Yang ini tentang Yandere juga sih!”

“Ung?” Luhan mengambil beberapa lembar kertas yang diberikan Sehun padanya. “Apa ini? Coklat Valentine ala Yandere?”

“Hu’um” Sehun mengangguk singkat. “Sama seperti coklat biasa sih, tapi.. Ironisnya, mereka memasukkan darah atau kuku bahkan rambutnya kedalam adonan coklat mereka! Dan memberikannya kepada orang yang disukainya! Jika orang yang diberikannya tidak memakan coklat itu.. bisa bisa dia bakal ma—“

“Aigoo Sehun, kau berisik sekali, sih!” celetuk Luhan sembari menutup mulut Sehun. Sehun hanya mendengus kesal ketika pemuda manis yang notabanenya lebih tua empat tahun darinya itu memotong pembicaraannya. “Aku sudah membacanya, kau pikir aku anak kecil apa?! aku bisa membaca sendiri!”

Sehun hanya menyunggingkan cengiran manisnya mendengar penuturan Luhan. Iya juga, sih. Untuk apa dia menjelaskannya panjang lebar kalau pada akhirnya Luhan sudah mengerti sendiri. Ukh, Sehun merasa bodoh sekarang.

“Kau menginap saja dirumahku sampai Lusa, akan aku telfon eomma-mu,” ucap Luhan sembari mengulum senyuman manisnya, namun sepertinya Sehun tak mendengarnya.

“Mwo? Apa, ge?”

“Aishh, dimana telingamu, Oh Sehun?! Dengarkan baik baik, arra? Kau-Menginap-Di-Rumahku-Sampai-Lusa.” Ucap Luhan sembari mengeja perkataannya. Sehun membulatkan bola matanya tak percaya mendengar penuturan Luhan.

Mwo? Menginap? Ditempat orang yang ia sukai?!

Tunggu dulu.. ‘Ditempat orang yang ia sukai’

What the Hell is going on here? Oh Well, sepertinya aku belum mengatakan kalau Sehun ini adalah seorang gay. Well, tak ada yang mengetahuinya kecuali Sehun sendiri. Luhan-pun tidak tahu. Sehun lebih suka menyembunyikan perasaannya dan menyimpannya seorang diri. Umm, menurutnya ini lebih baik.

“E-ekh!? Apa tidak merepotkan, ge?” Sehun meneguk salivanya dengan susah payah. Ia sangat gugup sekarang.

“Tentu saja, Sehunnie. Tidak merepotkan sama sekali, kok!” Senyuman manis terukir di bibir tipis Luhan. Dan membuat Sehun yang melihatnya semakin berkeringat dingin saja. Haha.. Bagaimana tidak? Luhan benar benar imut dan menggemaskan! Bukan hanya perempuan saja yang menyukainya, bahkan banyak laki laki yang mengincarnya—well, termasuk Oh Sehun ini.

“Ah, Terimakasih, gege!”

—Oh betapa beruntungnya dirimu Oh Sehun.

❤ ❤ ❤

“Sehunnie!”

Sehun mengangkat wajahnya, menatap pemuda yang lebih tua empat tahun darinya tengah membawa dua kantung belanjaan berukuran besar di tangannya. Sehun segera meletakkan majalahnya di sofa dan beranjak dari sofanya. Tanpa komando Sehun sudah membantu Hyungnya membawa kantung belanjaan besar itu. Hei, tak mungkin Sehun membiarkan hyung-nya kesusahan membawa kantung belanjaan itu, bukan?

“Aih, Luhan ge lama sekali sih ke mini marketnya—“ Sehun mendengus pelan sebelum ia meletakkan kantung belanjaan itu keatas meja. Luhan hanya terkikik geli mendengar penuturan Sehun yang menurutnya kekanakkan itu.

“Aku habis bertemu seseorang, Sehunnie—“ Tangan mungil Luhan mulai mengeluarkan isi kantung itu satu persatu. Tanpa disuruhpun lagi lagi Sehun membantu Luhan untuk mengeluarkan isi belanjaannya.

“Umm.. Nugu? Pacarmu-kah, ge?” tanya Sehun sembari mengeluarkan isi kantung belanjaan yang lain.

“Hahaha—Anhiyo, aku kan tidak punya pacar, Sehunnie.”

“Lalu, siapa ge?”

“Dasom.”

DEG!

Sehun membulatkan kedua bola matanya terkejut ketika kata ‘Dasom’ tengah menumbuk gendang telinganya. Keringat dingin mengalir begitu saja dari peluhnya. Entah, mendengar namanya saja membuat Sehun takut setengah mati—bagaimana jika bertemu langsung dengannya?! Mungkin Sehun sudah mati di tempat melihatnya.

“Dia memberikanmu ini—“ Luhan menyodorkan sekotak bingkisan dengan pita merah diatasnya. “Coklat Valentine!”

Sehun bergidik ngeri melihat bingkisan itu, ditepisnya bingkisan itu dari tangan Luhan. “Arghh! Jauhkan itu dariku!”

Luhan memiringkan kepalanya bingung melihat perlakuan Sehun. “Ada apa Sehunnie?”

“Ishh—gege Lupa dengan artikel yang kuberikan semalam? Bagaimana kalau coklat itu—arghh!” Sehun mengacak acak rambutnya frustasi; sedangkan Luhan? Dia hanya mendecak melihat perlakuan pemuda yang lebih muda darinya empat tahun itu.

“Jadi—Kau percaya jika dia Yandere?”

“Yak! Tentu saja!”

Luhan terdiam sejenak, ia menyergah saku celananya dan mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. Sehun mengamati setiap pergerakan Luhan. Luhan menyodorkan sekotak bingkisan berpita hitam kepada Sehun. Sehun hanya menyerngitkan alisnya tidak mengerti melihat perlakuan Luhan.

“Bagaimana jika aku yang memberikan coklat padamu?”

“M-mwo?”

Luhan mendecak sebal, “Yak! Aku-Memberikan-Coklat-Untuk-MU-OH-SE-HUN!”

Sehun terperanjak tak percaya, “E-eeh.. Me-memangnya.. gege.. menyukai-ku?”

Luhan hanya tertawa mendengarnya. Aigoo, adik kelasnya ini memang lucu. “Tentu saja aku menyukaimu, Sehun. Bahkan aku mencintaimu!”

Sehun membulatkan bola matanya tak percaya. Mwo? Jadi.. selama ini… dia tak bertepuk sebelah tangan bukan?

Dengan hati berbunga bunga Sehun memeluk tubuh Luhan dengan erat. “Aku juga—aku Juga mencintaimu, Luhan-ge.”

❤ ❤ ❤

Kriekk..

Gadis itu membulatkan bola matanya tatkala sosok pemuda manis itu memasuki ruangannya dengan membawa kapak yang tak bisa dibilang kecil itu. dengan sekuat tenaga gadis itu berusaha melepas tali yang menjerat di seluruh tubuhnya. Namun, sayang. Ikatan di tubuhnya malah melilit tubuhnya semakin erat.

Gadis itu semakin panik ketika sosok itu kini tengah berdiri tepat dihadapannya. Ia berusaha menjerit, namun handuk yang menyumpal mulutnya membuat ia tak kuasa untuk mengeluarkan suara sekecil apapun.

“Bagaimana keadaanmu, Kim Dasom?”

Gadis bernama Dasom itu semakin takut ketika sosok penculiknya itu justru tertawa tanpa alasan yang jelas. Dalam hatinya ia terus berdoa semoga tuhan menyelamatkan nyawanya saat ini.

Menyelamatkan dirinya dari sosok psikopat ini.

Menyelamatkan dirinya dari sahabat pujaan hatinya…

Xi Luhan.

Xi Luhan si Psikopat!

Luhan tersenyum manis seraya mengacungkan kapaknya didepan wajah Dasom. “Hahaha—Kenapa takut seperti itu humm? Ekspresimu sama seperti Krystal dua minggu yang lalu! Kkk~ Dasar wanita wanita jalang!”

Srakk!

 Luhan menjambak rambut dasom dengan keras. Membuat si empunya hanya memejamkan matanya menahan sakit; percuma ia berteriak. Tak ada gunanya. Tidak ada siapa siapa di ruangan ini, Dasom yakin itu!

Crashh!

Luhan menancapkan bilah kapaknya ke bahu Dasom; membuat darah mengucur deras dari bahunya. Luhan hanya tertawa seperti orang kesetanan melihat Dasom yang menangis menahan sakit. Tentu saja hal ini adalah hal yang paling menyenangkan bagi seorang psikopat seperti Luhan.

“Well, sepertinya aku harus berterimakasih padamu. Berkatmu, Sehun sama sekali tidak curiga padaku! Hahaha!” Luhan kembali menghunuskan bilah kapaknya menuju lengkan kanan Dasom.

Crashh!

Crashh!

Crasshh!

Darah mengucur semakin deras dari lengannya—lengan kanan Dasom nyaris terputus. Namun Luhan justru menghentikan aktivitasnya.

Ia melirik kearah jam. “Aishh—aku sudah terlalu lama! Pasti Sehun menungguku!”

Ia mencabut kapak itu dari lengan Dasom. Dasom sedikit merasa lega mendengarnya—itu berarti Luhan akan meninggalkannya dan pergi dari sini, bukan?

“Sepertinya aku harus cepat menyingkirkanmu dan segera pulang.”

Uh-Oh.. dugaanmu salah Kim Dasom.

“Sayonara, Kim Dasom. Tenang saja. Coklatmu akan kuberikan pada Sehun, kok. hehehe.”

SRAKK!

❤ ❤ ❤

“Bagaimana rasa-nya Sehun? Enak?”

“Tentu saja, ini coklat terbaik yang pernah aku makan, ge!”

Luhan tersenyum mendengarnya. Senyuman yang manis—bahkan hal itu dapat menutupi kenyataan bahwa Luhan adalah seorang Psikopat!

“Ah, kenapa tanganmu diperban, ge? Gege terluka-kah?”

Luhan menggeleng pelan. Tentu saja ia tidak terluka. Tapi ia melukai dirinya sendiri untuk coklat itu.

Biar kuberitahu sebuah rahasia—Luhan mencampurkan darahnya sendiri kedalam adonan coklatnya. Well, sepertinya kita tahu siapa sosok Yandere yang sebenarnya.

Bukan begitu, Xi Luhan?

“Sweet Valentine, Sehunnie!”

THE END

Akh, Ini FF Khusus Valentine.. Maaf baru bisa selesai sekarang. Maklum, kemarin Mood sedang hancur karena Hujan abu(?).

Adakah yang terkena Hujan abu juga sepeti Jii? Orz..

Maaf ya, kalau mengecewakan dan ga ada seremnya sama sekali—Jii lagi pusing soalnya. Hehe! Jjaa! Tolong tinggalkan comment ne! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s