[FANFICTION] Sweets

POSTER11

 

“Sweets”

By: Bubble G

Main Cast
BYUN BAEKHYUN | OH YOONGI (OC)

AU | Friendship | Romance | School-life| Humor/Comedy | Teens

Vignette

[Cast Bukan milik saya, tapi cerita seutuhnya milik saya^^]

“Kau manis,”

“Hey!! Ya! Berhenti menangis! Kau ini kenapa, eoh!?”

Siapa yang akan menjadi romeo.. dan siapa yang akan menjadi julietnya?!

.

.

.

“Hahh—“

Well, ini sudah yang keempat kalinya gadis berambut brownie itu menghela nafasnya bosan. Yang pertama—karena ia bosan menunggu kakaknya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi miliknya, yang kedua—karena ia bosan menunggu eomma-nya yang tak kunjung selesai menyiapkan sarapan pagi untuknya,dan yang ketiga—karena ia bosan menunggu di dalam bisnya. Dan yang ke-empat, tentu saja karena..

Ia bosan berada di sekolah.

Gadis itu mempercepat laju langkahnya—sesekali ia mengibas poninya yang sedaritadi menutupi indra pengelihatannya. Ia menyisingkan lengan bajunya, tak lupa ia menurunkan sedikit dasinya. Berantakan? Memang! Tapi hal itu tidak akan membuat si gadis tampak berantakan—justru gadis itu malah terlihat semakin keren saja!

Haha—Mungkin kalian belum berkenalan pada si brownie hair ‘Oh Yoongi’ ini. Baiklah, biar kuperkenalkan.

Oh Yoongi—gadis kelahiran 93 yang terkenal sangat tomboy dan hyperactive. Tak hanya itu, gadis ini terkenal sebagai gadis terpintar di angkatannya—eits! Bukan hanya itu saja pemirsa, jangan lupakan juga statusnya yang menjadi ketua OSIS Yun High School! Ups—bahkan dia menjadi kapten klub basket, taekwondo, renang..Arghh—bisa bisa waktu kita habis untuk membicarakan status status dia di Sekolah!

Melihat banyaknya status gadis itu di Sekolah—tentu saja kalian berfikir, ‘Apakah gadis itu mempunyai banyak penggemar di Sekolah?’

Tak perlu di tanyakan lagi, Fansnya sangat banyak! Dari absen pertama sampai terakhir di kelasnya mengagumi dirinya. Oh, Tidak hanya di kelasnya saja! Bahkan kakak kelas dan adik kelas sekalipun banyak yang mengaguminya! Guru-gurupun menyukai dirinya! Beruntung sekali gadis itu, bukan?

Tapi satu kekurangan yang dimiliki gadis itu—sikapnya yang sangat dingin.

Ya, sikapnya yang dingin dan misterius—yang membuat ia memiliki sediki—ah tidak, lebih tepatnya ia tak punya teman sama sekali! Walaupun penggemarnya menggunung—entah bagaimana, dia tak mempunyai teman satupun! Poor you, Oh Yoongi.

“Kyaa—lihatlah! Yoongi eonnie benar benar keren!”

“Uh oh—so damn sexy!”

Aigoo—I’m going crazy now!”

Yoongi memutar bola matanya bosan. Selalu ini yang terjadi di pagi hari! Semua fansnya akan membuntutinya sampai bel tanda masuk berbunyi. Urghh—dan Yoongi sama sekali tak menyukai hal ini! Dia benci suara suara penggemarnya yang selalu mengusik gendang telinganya di pagi hari. Dan sialnya—hari ini ia lupa membawa earphone!

Yoongi segera menepis pikiran pikiran buruk di pikirannya dan mengabaikan suara suara gaduh di belakangnya. Hahh, yang terpenting sekarang ia harus mengambil bukunya dan segera mengikuti pelajaran. Ya! Itu yang harus ia lakukan. Well, dia pikir mendengarkan celotehan panjang guru sejarahnya itu lebih baik ketimbang ia harus menghadapi ratusan penggemar yang setia membuntutinya setiap saat.

Yoongi berhenti di depan lokernya, dengan sekali hentak ia membuka lokernya Dan..

TA-DAH!

Berpuluh puluh coklat—permen—bahkan bingkisan berhamburan keluar dari lokernya, bahkan sebagian terjatuh ke lantai—tak sedikit pula manisan bahkan bingkisan yang mengenai wajahnya. Yoongi kembali mendengus kesal—Oh god, dia baru sadar kalau ini adalah hari terlaknat dalam hidupnya!

14 Februari—Valentine.

Dan Yoongi hanya bisa memberikan tatapan horror melihat lokernya yang sudah—ekhem sudah tak berbentuk lagi. Ia kembali menggerutu dan membanting lokernya. Menatap tajam kearah manisan serta bingkisan yang tercecer di lantai seakan akan dia menyalahkan barang mati tersebut.

Well, sepertinya tak hanya para penggemar, manisan serta bingkisan yang patut  disalahkannya hari ini. Sepertinya ia harus menyalahkan pihak sekolah atas hal ini!

Bagaimana tidak? Loker—adalah ‘PRIVACY’. Dan seharusnya hanya ia yang boleh membuka lokernya. Bukan para penggemarnya yang anarkis itu—Hei! Mana buktinya kalau sekolah ini menyimpan privasi muridnya, eoh? Yoongi benar benar meragukan sekolahnya saat ini!

Tengg..Tengg..Tengg..

Shit!

Yoongi kembali mengeluarkan umpatan umpatan kotor dari mulutnya. Terlebih semua penggemarnya menghilang terbawa angin—yah, bagaimana tidak.. guru guru di sekolah ini terdengar killer! Pantas saja mereka langsung berhamburan pergi meninggalkan Yoongi bersama—ekhem! Hadiah hadiah manisnya.

Dan mau bagaimana lagi? Yoongi harus membereskan semuanya.

Yoongi mendengus kesal melihat banyaknya hadiah dan manisan yang tercecer di lantai. You see.. Semua itu tak bisa di bilang sedikit—alias, jumlahnya sangat banyak!

And Well… Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang bagi Oh Yoongi!

.

.

.

Oh Yoongi—sangat membenci manisan—terlebih warna pink! Akh! Pokoknya dia benci dengan hal hal yang berbau manis! Hahaha—padahal dia anak perempuan, benar-kan? Dan semua penggemarnya tahu tentang hal itu, namun tetap saja mengirimkan benda benda terkutuk (bagi Yoongi) itu kedalam lokernya. Dan itu yang membuat ia semakin jengkel.

Hahh—ia menyesal kenapa ia tak melihat kalendernya dulu sebelum berangkat sekolah. Well, sepertinya dia harus memasang alarm berbahaya untuk tanggal 14 Februari. Dia benar benar tak mau berpapasan kembali dengan hari terkutuk itu!

Yoongi menghela nafasnya—akhirnya semua hadiah manis itu sudah terkumpulkan kedalam kantung plastik raksasa. Melihat ukurannya saja membuat Yoongi mual—ternyata banyak sekali yang memberinya hadiah di hari Valentine saat ini.

“Bye hadiah manisk—“

“Tunggu!”

Yoongi menghentikan aksinya. Detik selanjutnya ia bergerak untuk membalikkan tubuhnya—dan menatap siapa sosok yang berani beraninya mengganggu ia membuang semua hadiah manis miliknya.

Dan mata obsidiannya membulat sempurna tatkala ia menangkap sosok pemuda manis berkacamata tengah berdiri tepat 2 meter di depan dirinya. Yoongi mengenali sosok pemuda itu—Ya, dia kakak kelasnya yang terkenal sangat pandai di bidang Matematika.

Byun Baekhyun namanya.

Dan setahu Yoongi—Baekhyun bukanlah orang yang tergila gila padanya, ataupun orang orang yang tergolong dalam daftar fans anarkis miliknya. Akh! Atau jangan jangan—hari ini dia juga mau ikut ikutan memberikan coklat—permen dan kado berbungkus pink itu lagi?! HELL NOOO—

“Kau mau membuang semuanya?” tanya Baekhyun sembari membetulkan letak kacamatanya. Yoongi hanya menyerngitkan alisnya, kenapa kakak kelasnya yang satu ini terlihat sangat aneh? Kenapa dia malah menanyakan hal itu?

“Kalau iya memang kenapa?” celetuk Yoongi—oh ya, tak lupa dengan ekspresi dingin khas miliknya.

Baekhyun menggaruk garuk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal itu. Ia menatap Yoongi dengan tatapan malu-malu, setelah sekian lama akhirnya ia membuka mulutnya, “E-eem.. Apa kau tidak keberatan jika.. Khem.. membuang s-semua itu untukku?”

Yoongi menatap Baekhyun tidak percaya. Hah?! Apa katanya? Membuang semuanya untuknya? Maksudnya… memberikan semua ini padanya, begitu? Oh Ayolah! Dia yang perempuan saja jijik dengan semua hadiah hadiah ini! Kenapa dia malah meminta hadiah itu Dari Yoongi?

Ahh.. Jangan jangan—Baekhyun mencuri kesempatan untuk mencuri hatinya?

Ckckck, Oh Ayolah, Oh Yoongi! Kenapa kau selalu berfikir yang tidak tidak, sih? Kenapa yang ada di otakmu hanyalah prasangka prasangka buruk-mu mengenai seseorang? Tidak adakah pemikiran lain? Pantas saja kau tidak punya teman!

“A-aku.. aku menyukai sesuatu yang manis,” Baekhyun kembali melanjutkan perkataannya dan membuat Yoongi tersadar akan lamunannya. Ia menatap Baekhyun sekilas, yah kalau dilihat lihat… Byun Baekhyun ini memang sedang bersungguh sungguh. Hah… mau bagaimana lagi?

“Baiklah, ini.” Ucap Yoongi datar seraya menyerahkan sekantung hadiah manisnya untuk Byun Baekhyun.

Dengan hati hati Baekhyun mengambil kantung itu dari tangan Yoongi, detik selanjutnya Baekhyun kembali menarik senyuman hangatnya, “Gamsahamnida, Yoongi-sshi!”

Yoongi tidak menjawab—ia asyik menatap sosok Baekhyun. Ah tidak, lebih tepatnya kearah senyuman Baekhyun. Senyuman Baekhyun yang terlihat sangat manis—

Hei! Padahal Yoongi membenci hal-hal yang manis, bukan?

.

.

.

Well, semejak kejadian itu.. Yoongi dan Baekhyun menjadi semakin dekat. Yah, bagaimana tidak? Harus kemana lagi ia membuang semua hadiah dari fansnya? Tidak ada tempat lain selain memberikannya kepada Baekhyun—cowok penggila hal hal manis itu.

Dan tanpa ia sadari… Byun Baekhyun adalah teman pertama Yoongi di sekolah ini. Entah, dia tak sibuk pikir—bagaimana bisa seorang Byun Baekhyun yang periang dan ceria luar biasa, mau berteman dengan dirinya yang dingin, pendiam, dan jarang berbicara itu. ahh—mereka berdua bagaikan siang dan malam!

“Yey! Hari ini cupcakes!” pekik Baekhyun girang sembari menggigit cupcake ditangannya dengan hati hati. Sedangkan Yoongi hanya bergumam pelan kemudian kembali asyik sediri dengan PC yang dipegangnya. Baekhyun yang merasa diacuhkan hanya menarik ujung bibirnya kesal. “Yaa! Kau sedang apa, eoh?”

Yoongi mengendikkan bahunya, “Membuat fanfiction, mungkin.”

Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa membulatkan bola matanya tidak percaya, “Mwo? Kau Author?”

Yoongi hanya mengangguk mengiyakan. Berbanding terbalik dengan Baekhyun yang sibuk ber-“wow” ria.

“Kau membuat Fanfict apa saja, eoh? Aku ingin baca!” ucap Baekhyun bersemangat. Yoongi mengalihkan pandangannya menuju teman satu satu-nya itu dan kembali memasang ekspresi dinginnya.

Thriller, Gore, Angst, Crime, Tragedy—Semua fanfictku bergenre itu,” jawab Yoongi sekenanya. Dan cukup membuat Baekhyun bersweatdrop ria. Oh well, Byun Baekhyun—sepertinya kau lupa kalau Yoongi ini bukan cewek biasa!

“Eoh, kenapa tidak membuat Romance saja eoh? Atau Comedy? Friendship? Fami—“

“Membosankan—“ potong Yoongi tegas dan langsung membuat Baekhyun membungkam mulutnya.

See? Mereka bagaikan siang dan malam!

.

.

.

“Eih? Hari ini tak ada hadiah?”

Baekhyun mempercepat laju langkahnya, mengejar sosok temannya yang kini berada jauh di depannya. Yoongi yang bernotabane sebagai teman Baekhyun akhirnya iba juga, dan mulai memperlambat laju langkahnya.

“Ne! Hei—jangan jangan kau mau berteman denganku karena ingin dapat hadiah saja, eoh?!” tanya Yoongi sembari menatap Baekhyun dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Baekhyun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya cepat mendengar penuturan yang disampaikan Yoongi.

“A-anhi! B-bukan begitu!” sergah Baekhyun cepat.

“Lalu kenapa, eoh?”

“A-anu.. A-aku.. E-eemm..” Baekhyun menundukkan kepalanya—mencari kata kata yang pas untuk disampaikan pada temannya. Baekhyun tak mau membuat temannya marah lagi karena ulahnya.

Sedangkan Yoongi? Ia hanya menarik senyuman kecilnya—ah! Sangat kecil! Bahkan Baekhyun saja tak dapat melihat senyuman itu. Entah semejak Baekhyun menjadi temannya, Yoongi jadi sering senyum senyum sendiri. Dan entah kenapa, ia semangat sekali menjahili Baekhyun—seperti menyindirnya, pura pura marah, dan lain sebagainya. Menurutnya baekhyun sangat manis dan lucu.

“Kau manis, Baekhyun-ah.”

Baekhyun yang mendengarnya mematung seketika—ekspresi wajahnya berubah drastis. Matanya tampak berkaca-kaca; bahkan Yoongi bisa melihat setetes air mata yang siap turun dari pelupukmata Baekhyun. Yoongi hanya sibuk berfikir apa yang membuat temannya menangis itu.

“Hei-hei! Yaa! Byun baekhyun! Berhenti menangis! Kau ini kenapa eoh!” kini Yoongi berteriak teriak panik. Untung mereka sedang berada di balkon berdua—jadi tidak ada yang mengetahui aib Baekhyun bahwa sebenarnya Baekhyun ini adalah orang yang—ekhem orang yang cengeng.

“Hiks—kau bilang—Hiks.. aku m-manis..” ujar Baekhyun senggukan. Sedangkan Yoongi hanya menyerngitkan alisnya tak mengerti.

“Lantas?”

“Bukannya hiks—Yoongi hiks—benci hal hal yang manis?”

Demi dewa neptunus—rasanya Yoongi ingin terjun dari balkon itu sekarang juga! Oh ayolah! Dia itu namja! Lagipula yang dimaksud dengan ‘manis’ ini kan berbeda penafsirannya! Isshh—ia jadi meragukan kepintaran kakak kelasnya ini.

“Byun Baekhyun dengar!” Yoongi menarik kerah Baju Baekhyun, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Baekhyun. “Aku mengatakan itu bukan karena aku membencimu!”

Baekhyun menatap wajah Yoongi lamat-lamat, “Lalu?”

“Itu..Itu karena aku mencintaimu, Baekhyun-ah!”

Dan bisa kau tebak.. kini wajah Baekhyun sudah memerah sempurna seperti buah tomat yang sudah masak!

Ahh.. sepertinya kisah romeo dan juliet akan dimulai setelah ini.. Tapi.. Hei! Siapa yang akan menjadi romeo.. dan siapa yang akan menjadi julietnya?!

.

.

.

“Yeiy~ hari ini coklat!” pekik Baekhyun girang sembari mengunyah coklatnya bersemangat. Sedangkan gadis berambut brownie itu hanya bergumam pelan sembari memerhatikan wajah Baekhyun yang menurutnya terlihat sangat manis itu.

Tiba tiba selintas pertanyaan muncul di dalam benak Yoongi, “Baekhyun-ah. Kau ini… Namja, tapi kenapa tingkahmu seperti perempuan, eoh? Bahkan aku lebih terlihat seperti seorang romeo dan kau lebih terlihat seperti juliet-nya!”

Baekhyun mengangkat wajahnya ketika mendengar penuturan yang disampaikan oleh Yoongi. Ditatapnya mata kekasihnya itu dengan seksama—kalau dipikir pikir.. ia juga, sih. Baekhyun tampak seperti Julietnya dan Yoongi adalah romeo-nya. Padahal sudah jelas jelas bahwa Baekhyun adalah seorang namja dan Yoongi adalah seorang yeoja.

“Enak saja, aku romeo-nya!” celetuk Baekhyun sembari menarik ujung bibirnya kesal. Sedangkan Yoongi hanya memutar bola matanya bosan melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Baekhyun—Romeo dari-mananya? Tingkahnya saja seperti perempuan!

“Kalau begitu, bersikaplah seperti seorang laki-laki!” sergah gadis berambut brownie itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Baekhyun mengangkat dagunya—ia terlihat seperti orang yang sedang berfikir keras sekarang ini. Baekhyun memutar otaknya, membiarkan sel otaknya bekerja, Bersikap seperti laki-laki?

“Maksudmu—Seperti ini?”

Cup!

Sebuah kecupan manis mendarat begitu saja di pipi Yoongi. Sedangkan yang mendapat kecupan manis tersebut hanya mematung sembari memikirkan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya barusan—

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN, EOH! BYUN BAEKHYUN!!!” jerit Yoongi histeris sembari melemparkan buku buku tebalnya kearah Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya bisa mengaduh kesakitan mendapat service manis yang diberikan oleh kekasihnya.

Aigoo—Jadi aku benar ya?”

Yoongi mendengus kesal melihat senyuman penuh kemenangan yang terlukis di bibir Baekhyun. Ia segera mengambil coklat yang tak jauh darinya itu dan memakannya—bukan karena ia menyukai coklat—tapi ini semua untuk menutupi rasa malu dan suara degup jantungnya yang kali ini terdengar lebih keras dari biasanya.

Ah, Ice princess kita nampaknya sudah terjatuh di tangan Byun Baekhyun, eoh?

Baekhyun terkikik geli melihat ekspresi lucu yang tengah di tunjukkan oleh kekasihnya.  Ah, rupanya kekasihnya ini benar benar manis, ya!

Dengan sigap Baekhyun segera menarik dagu Yoongi dan menjilat lumeran coklat yang menempel di bibir kekasihnya yang manis itu.

“Sepertinya aku akan semakin menyukaii hal hal yang manis setelah ini, hehe.”

THE END

Ash, Maaf FF-nya jelek banget._. Sebenernya ini pertamakalinya aku buat FF dengan genre beginian! Maaf kalau tidak memuaskan~

Minta kritik dan sarannya ne! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s