[REPOST FF] RED CAPE

POSTER12

RED CAPE
URBAN LEGEND FROM JAPAN
WITH KRYSTAL JUNG F(X)

Ps: This is my 1st Fanfiction this is my 1st Horror Fanfiction too.. Hehehe

Krystal membuka toilet sekolahnya dengan sigap, sesekali ia menolehkan kepalanya—berjaga jaga supaya tak ada seorangpun yang melihat keberadaannya. Ia pun segera memasuki toilet sekolahnya dengan kilatan mata –berjaga jaga- yang masih terpancar di mata doe-nya. Tak boleh ada seorang-pun yang melihatnya—jika tidak dia akan ketahuan bolos pelajaran.

Ini adalah hari keduanya di Jepang. Menyebalkan juga karena ia harus meninggalkan sekolahnya di Korea. Bukannya ia tak bisa beradaptasi dengan lingkungan di Jepang—ia bahkan bisa berbahasa jepang dengan fasih, memahami tata krama orang orang jepang, dan dalam sekejab ia mampu mendapatkan banyak fans karena kecantikannya, akan tetapi dia benci jika harus di Sekolahkan dimana kakaknya dibunuh secara tragis di sekolah ini.

Dan Krystal sama sekali belum mengetahui motif pembunuhan yang merengut nyawa sang kakak tercintanya itu.

Toilet dilantai empat ini kosong—tak lain karena ia terletak di lantai paling atas dan hanya anak kelas 2-1 dan 2-2 lah yang menempati lantai ini. Dan, disiplin belajar sekolah ini sangat tinggi —Jadi jarang jika ada siswi yang masuk ke toilet ini pada jam pelajaran.

Krystal menutup pintunya dan berjalan perlahan menuju wastafel. Dia menyalakan air keran dan mulai mencuci tangannya. Sesekali mata doenya berusaha melirik pantulan dirinya di cermin—dia tersenyum sumrigah dan mulai merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan karena ia agak terburu buru barusan.

“Ahh—Sepertinya aku akan menjadi Queen di sekolah ini—menggantikan posisi Jessica eonnie, Toh aku lebih cantik darinya,” gumamnya tanpa mengalihkan arah pandangannya dari pantulan dirinya di cermin.

Selang beberapa lama akhirnya ia mematikan keran dan mengeringkan tangannya. Setelah dirasa cukup kering ia berbalik dan beranjak menuju bilik kamar mandi terakhir di sana—yang merupakan bilik nomor 4. Toh—bilik kamar mandi terakhir adalah tempat yang tepat (menurutnya) untuk sembunyi saat bolos pelajaran. Dan dengan segera ia memasuki kamar mandi itu.

Belum sempat ia duduk di kloset duduknya, ia mendengar ada yang masuk kedalam toilet. Dihitung dari banyak suara derap kakinya—Krystal yakin bahwa yang masuk lebih dari seorang.

“Oh—maksudkmu, anak baru di kelas 2-2 itu?”

Krystal mulai menajamkan pendengarannya begitu mendengar nama kelasnya disebut. Mungkin mereka sedang membicarakannya. Oh ayolah, siapa lagi murid baru di kelasnya itu? Hanya Krystal.

“Ahh—anak dari korea itu ya?”

Doushite wakkata no? (Bagaimana kamu tahu?)”

Baka (bodoh)! Dia adiknya Jessica-senpai!”

Nani (apa)?! Ashh—sepertinya aku yang paling tertinggal disini. Eh, tunggu dulu! Jessica-senpai itu bukannya…”

“Ya—yang meninggal secara tragis setahun yang lalu,”

Krystal menyerngitkan dahinya—Mencoba untuk menajamkan kembali pendengarannya.

“Ahh—menyeramkan sekali ya, padahal dia Queen kita yang baik. Walaupun dia Queen, dia tetap membantuku belajar menghadapi ujian saat ujian kenaikan kelas tahun lalu,”

Detik berikutnya, Krystal mendengar suara air mengalir. Krystal hanya diam dan terus mendengarkan.

“Hahaha—benar juga, dia orang baik.”

“Um! Tega sekali pembunuh itu membunuh orang sebaik dia,”

“Hei kau tahu—dia itu melakukan kesalahan sebelum dia terbunuh.. Dia bolos saat pelajaran!”

“Hah?! Doushite no? (kenapa?)”

Kemudian suara keran air yang menutup.

“Kau tahu Yuri-sensei? Dengar dengar katanya Jessica senpai membencinya karena dia terlihat lebih cantik darinya,”

“Ahh—wakatta (aku mengerti) ! Dia bolos di pelajaran Yuri sensei?”

“Hn, benar.”

“Ahh begitu.. Hei ayo cepat, kita bisa dimarahi Haruhi-sensei jika terlalu lama!”

Lalu terdengar suara pintu yang terbuka,

“Ya—lagi pula aku juga tak mau lama-lama ditempat jessica senpai di—“

“…”

Dan kemudian menutup.

Krystal menghela nafas sejenak sebelum ia membenahi posisinya. Dia jadi sedikit mengerti apa yang terjadi pada kakak tercintanya itu.

Jadi, penyebab semua ini adalah kesalahan kakaknya sendiri.

Krystal tak menyangka sosok sesempurna kakaknya—cemburu terhadap orang lain (selain dirinya). Ahh—benar benar tak disangka.

Tunggu dulu— itu berarti Jessica juga pernah membolos seperti dirinya. Hmm, sepertinya bukan hanya Krystal yang menjadi anak ternakal di keluarga Jung.

“Mana yang lebih kau suka, jubah merah atau jubah biru?”

DEG!

Krystal tersadar dari lamunannya. Ia menatap sekeliling. Kanan—kiri—bawah—atas—siapa? Apa dia berhalusinasi?

Tapi dia yakin dia mendengar sesuatu—dan itu suara laki laki.

“Mana yang lebih kau suka, jubah merah atau jubah biru?”

Terdengar kembali pertanyaan itu—Krystal menggigit bibir bawahnya. Itu suara laki laki—tapi siapa? Ini kan toilet perempuan!

Pengintip-kah? Atau orang jahil?

Ah, bukannya sekolah ini sekolah khusus perempuan?

Lalu.. siapa?

Fans lelakinya—ah tidak mungkin.

Guru-kah?

“Mana yang lebih kau suka, jubah merah atau jubah biru?”

Kembali terdengar—dan kini krystal tampak semakin takut—ia mengangkat kakinya ke atas supaya tak terlihat dari luar. Tapi—nampaknya suara itu terdengar dari bilik di sebelahnya.

Rasanya krystal ingin keluar—tapi kakinya tak kuasa untuk berjalan.

Jadi—

“Mana yang lebih kau suka, jubah merah atau jubah biru?”

Haruskah.. Krystal menjawab pertanyaan bodoh itu?

Krystal meneguk salivanya dengan susah payah. Untuk apa dia menjawab pertanyaan seperti itu? Apa itu penting?

“M-merah..” desis krystal pelan nyaris tak terdengar. Krystal memang menyukai warna merah. Menurutnya warna itu elegan.

Kemudian suasana menjadi hening.

Krystal mengalihkan pandangannya keseluruh penjuru ruang. Berusaha memastikan. Ia melirik dibawah pintu biliknya—tak ada tanda tanda orang disana.

Krystal menghela nafas lega dan mulai menurunkan kakinya.

Mungkin tadi hanya halusinasinya saja.

Ia pun beranjak dari kloset duduknya—berniat untuk kembali ke kelasnya. Ia membuka pintu biliknya.

DEG!

Tiba-tiba di hadapannya muncul sosok berjubah merah dan bertopeng putih—krystal tersentak dan melangkahkan kakinya ke belakang.

Bukannya tadi—diluar tak ada siapa siapa?

“S-Siapa-kau?” ucapnya terbata.

Sret!

Sosok berjubah merah itu menebaskan sesuatu mengenai perut krystal. Krystal membulatkan matanya merasakan panas dan sakit dengan kilat di perutnya. Dia menekuk lehernya, melirik kearah perutnya, ia merasakan ada yang mengalir dari perutnya. Dan itu darah.

Sosok itu kembali menebas perut, leher bahunya. Membuat darah segar membasahi seragamnya. Seragamnya yang berwarna putih menjadi merah karena darah.

Bak jubah berwarna merah.

Krystal kehabisan nafasnya, ia berusaha mengangkat tangannya hendak meminta tolong. Tapi..

Sret!

Satu tebasan yang mengenai dadanya sukses membuat nyawanya terambil.

“Mana yang lebih kau suka, Jubah merah atau jubah biru?”

Red Cap

“Aneh, benar benar aneh,” ucap seorang wanita paruh baya berseragam polisi seraya menutup kantung mayat dihadapannya. “Ini sama seperti peristiwa setahun yang lalu,”

“Maksud anda, Nona Yura?” tanya seorang wanita paruh baya lagi yang bernotabane sebagai kepala sekolah di sekolah ini.

“Ya, ini—sama dengan kasus yang menimpa Jessica Jung tahun lalu—“ ujar Yura pelan seraya menyuruh beberapa anak buahnya untuk membawa kantung mayat itu keluar. Yura menghela nafas panjang, “Dan saya masih belum mengetahui motif pembunuhan macam apa yang terjadi disini,”

“Ahh begitu—“ sahut kepala sekolah menganggukkan kepalanya mengerti.

“Anda boleh pergi sekarang, mengurus anak didik anda yang lainnya. Ah, boleh saya menggunakan kamar kecilnya?” tanya Yura sopan dengan senyum manis andalannya.

“Ah, tentu saja nona Yura, saya permisi dulu, mengurus murid saya yang lain. Arigatoo Gozaimasu (terima kasih banyak),” ujar kepala sekolah seraya meninggalkan toilet itu.

Yura menghela nafas sejenak menatap kepergian sang kepala sekolah. Lalu ia membalikkan tubuhnya, beranjak menuju bilik kamar mandi terakhir.

Ia membuka pintu biliknya, menutupnya kembali.

Belum sempat ia menurunkan celana dalamnya—

“Mana yang lebih kau suka, jubah merah atau jubah biru?”

DEG!

Suara itu kembali terdengar.

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s